Rabu, 28 Oktober 2026

APEL PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 2026

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2026, SMP Negeri 3 Songgon melaksanakan kegiatan apel peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan penuh khidmat, tertib, dan semangat nasionalisme. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang kembali sejarah perjuangan para pemuda Indonesia yang telah menorehkan peristiwa bersejarah dalam perjalanan bangsa, sekaligus menanamkan nilai-nilai persatuan, kesatuan, cinta tanah air, dan semangat kebangsaan kepada seluruh warga sekolah.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan sebuah pengingat bahwa kemerdekaan dan persatuan bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran besar generasi muda. Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai daerah, suku, dan latar belakang berkumpul dalam Kongres Pemuda II dan menyatakan ikrar bersejarah yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda, yaitu bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia; berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; serta menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ikrar tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Di tengah keberagaman

suku, budaya, bahasa, dan agama, para pemuda pada masa itu mampu mengesampingkan perbedaan demi mewujudkan cita-cita bersama, yaitu Indonesia yang bersatu dan merdeka. Semangat inilah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa, khususnya para peserta didik sebagai calon pemimpin masa depan.

Pelaksanaan apel peringatan Hari Sumpah Pemuda di SMP Negeri 3 Songgon diikuti oleh peserta didik, dewan guru, serta tenaga kependidikan dengan penuh kedisiplinan. Seluruh peserta apel mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pemuda terdahulu sekaligus wujud kecintaan terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Melalui kegiatan apel ini, seluruh peserta didik diajak untuk memahami bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak hanya diwujudkan melalui hafalan ikrar atau pelaksanaan upacara semata, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan pendapat, menjaga kerukunan, membantu sesama, serta bekerja sama dalam berbagai kegiatan merupakan bentuk nyata penerapan nilai-nilai Sumpah Pemuda di lingkungan sekolah.


Sebagai generasi muda penerus bangsa, peserta didik memiliki tanggung jawab besar untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman. Perkembangan teknologi, kemajuan ilmu pengetahuan, serta perubahan kehidupan sosial menuntut generasi muda untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, membangun karakter yang kuat, dan memiliki daya saing yang tinggi. Namun, kemajuan tersebut harus tetap diimbangi dengan sikap santun, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap tanah air.

Semangat pemuda masa kini tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan di medan perang sebagaimana yang dilakukan oleh para pahlawan terdahulu, tetapi juga melalui perjuangan dalam menuntut ilmu, meraih prestasi, mengembangkan kreativitas, menjaga lingkungan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk menjadi pemuda yang hebat melalui usaha, kerja keras, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Di lingkungan SMP Negeri 3 Songgon, semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui
kesungguhan dalam mengikuti pembelajaran, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler, serta kemampuan bekerja sama dengan teman-teman tanpa membeda-bedakan latar belakang. Peserta didik juga diharapkan mampu menggunakan teknologi secara bijak, menyaring informasi dengan cermat, menghindari perundungan, serta membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan penuh rasa kekeluargaan.

Persatuan harus dimulai dari hal-hal sederhana. Menghargai teman yang berbeda pendapat, membantu teman yang mengalami kesulitan, menjaga kebersihan sekolah, mengikuti kegiatan bersama dengan penuh tanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan bersama merupakan tindakan nyata yang mencerminkan semangat Sumpah Pemuda. Apabila nilai-nilai tersebut diterapkan secara konsisten, sekolah akan menjadi tempat yang tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini juga menjadi kesempatan bagi seluruh warga sekolah untuk memperkuat komitmen dalam membangun generasi yang tangguh dan berdaya saing. Para peserta didik diharapkan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, berani mencoba hal-hal positif, mampu mengembangkan potensi diri, serta memiliki cita-cita yang tinggi. Masa muda merupakan kesempatan berharga untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Dewan guru dan tenaga kependidikan juga memiliki peran penting dalam mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab. Melalui pendidikan yang berkualitas, keteladanan, pembiasaan sikap positif, serta lingkungan sekolah yang mendukung, diharapkan lahir generasi penerus yang mampu menjaga persatuan bangsa dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Semangat Sumpah Pemuda hendaknya menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus bergerak maju. Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk terpecah belah. Jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi, saling belajar, dan saling mendukung. Sebab, masa depan bangsa Indonesia berada di tangan generasi muda yang memiliki semangat persatuan, wawasan luas, karakter kuat, serta kepedulian terhadap sesama.

Melalui apel peringatan Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2026 ini, keluarga besar SMP Negeri 3 Songgon diharapkan semakin memperkokoh rasa cinta tanah air, meningkatkan kedisiplinan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mempererat persaudaraan di lingkungan sekolah. Momentum ini hendaknya menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan cara yang sesuai dengan zamannya.

Bersatu dalam keberagaman, bergerak dalam kebersamaan,
dan berkarya untuk Indonesia.
Itulah semangat yang harus terus hidup dalam diri setiap pemuda Indonesia. Mari kita jadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai titik tolak untuk menjadi generasi yang lebih baik, lebih peduli, lebih berprestasi, dan lebih siap menghadapi masa depan.

Dengan semangat Sumpah Pemuda, seluruh warga SMP Negeri 3 Songgon berkomitmen untuk terus menumbuhkan nilai persatuan, memperkuat karakter, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis serta membanggakan.

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026!

“Maju Bersama Indonesia Raya. Pemuda Bersatu, Bangsa Kuat, Indonesia Hebat!”

Mari terus kobarkan semangat persatuan dan nasionalisme. Jadilah generasi muda yang tidak hanya bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia, tetapi juga mampu memberikan karya, prestasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.

SMP Negeri 3 Songgon — Membangun Generasi Muda yang Berkarakter, Berprestasi, dan Cinta Tanah Air.

Sabtu, 24 Oktober 2026

SABTU CERIA LOMBA SENAM ANTARKELAS: SEHAT, KOMPAK, DAN PENUH SEMANGAT!

Dalam rangka menciptakan suasana sekolah yang sehat, ceria, menyenangkan, serta penuh semangat kebersamaan, SMP Negeri 3 Songgon melaksanakan kegiatan Sabtu Ceria dengan menggelar lomba senam antarkelas. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya sekolah dalam membangun budaya hidup sehat sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan kreativitas, menunjukkan kekompakan, dan mengembangkan potensi diri melalui aktivitas fisik yang menyenangkan.

Sejak awal kegiatan, suasana penuh keceriaan dan antusiasme tampak menyelimuti lingkungan sekolah. Para peserta didik dari masing-masing kelas mempersiapkan diri dengan penuh semangat untuk mengikuti perlombaan. Setiap kelas berusaha menampilkan gerakan senam terbaik dengan memperhatikan kekompakan, ketepatan gerakan, kreativitas, serta semangat kebersamaan dalam setiap penampilan.

Kegiatan Sabtu Ceria ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan untuk memperebutkan kemenangan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan persaudaraan antarsiswa. Melalui kegiatan bersama seperti ini, peserta didik belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerja sama, kedisiplinan, komunikasi, dan kesediaan untuk saling mendukung demi mencapai tujuan bersama.

Lomba senam antarkelas berlangsung dengan penuh semangat dan kegembiraan. Setiap kelompok peserta berusaha memberikan penampilan terbaik dengan mengikuti irama musik, menyelaraskan gerakan, serta menjaga formasi agar tetap rapi dan serasi. Gerakan yang dilakukan secara bersama-sama mencerminkan kekompakan dan koordinasi yang telah dipersiapkan oleh masing-masing kelas.

Sorak sorai dan dukungan dari teman-teman menambah kemeriahan suasana perlombaan. Setiap penampilan mendapatkan perhatian dan apresiasi dari warga sekolah yang hadir. Semangat para peserta terlihat dari kesungguhan mereka dalam mengikuti setiap rangkaian gerakan, mulai dari pemanasan hingga gerakan inti dan pendinginan. Keceriaan yang tercipta menjadi bukti bahwa aktivitas olahraga dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh dan kebugaran jasmani.

Melalui lomba senam ini, peserta didik diajak untuk membiasakan diri menjalani pola hidup sehat. Aktivitas fisik secara rutin memiliki peranan penting dalam menjaga kebugaran, meningkatkan daya tahan tubuh, melatih keseimbangan, serta membantu menjaga konsentrasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Tubuh yang sehat menjadi salah satu modal penting bagi siswa untuk belajar dengan lebih optimal, beraktivitas dengan penuh semangat, dan meraih prestasi sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Selain manfaat kesehatan, kegiatan ini juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang sangat penting bagi perkembangan peserta didik. Persiapan lomba mengajarkan kedisiplinan dan tanggung jawab, latihan bersama menumbuhkan kerja sama, sedangkan pelaksanaan perlombaan melatih keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi tantangan.

Setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuannya. Ada yang membantu mengatur formasi, mengingat urutan gerakan, memberikan semangat kepada teman, hingga memastikan seluruh anggota kelompok dapat mengikuti gerakan secara bersama-sama. Hal-hal sederhana tersebut menjadi pembelajaran berharga bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam mencapai keberhasilan kelompok.

Lomba senam antarkelas juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sportivitas. Seluruh peserta diharapkan mampu menerima hasil perlombaan dengan lapang dada, menghargai usaha kelas lain, dan menjadikan setiap pengalaman sebagai motivasi untuk terus berkembang. Kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan, karena proses belajar, perjuangan, kekompakan, dan keberanian untuk tampil merupakan bagian penting dari keberhasilan yang sesungguhnya.

Bagi kelas yang berhasil meraih hasil terbaik, prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus mempertahankan semangat dan mengembangkan kemampuan. Sementara itu, bagi kelas yang belum memperoleh hasil sesuai harapan, kegiatan ini hendaknya menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan latihan, memperkuat kerja sama, dan mempersiapkan diri menghadapi kesempatan berikutnya. Dalam setiap perlombaan, selalu ada pelajaran yang dapat diambil untuk menjadi lebih baik.

Melalui program Sabtu Ceria, SMP Negeri 3 Songgon berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan jasmani, kebugaran, kreativitas, dan perkembangan sosial emosional peserta didik. Kegiatan yang menyenangkan seperti ini diharapkan mampu mengurangi kejenuhan setelah mengikuti rutinitas pembelajaran sekaligus menumbuhkan rasa senang untuk datang ke sekolah.

Sekolah merupakan tempat bagi peserta didik untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan berbagai potensi. Oleh karena itu, kegiatan olahraga, permainan edukatif, dan perlombaan antarkelas menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang seimbang. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar berinteraksi secara positif, membangun persahabatan, menghargai perbedaan, serta mengembangkan sikap saling menghormati.

Keceriaan yang tercipta dalam kegiatan Sabtu Ceria diharapkan terus menjadi semangat positif bagi seluruh warga SMP Negeri 3 Songgon. Kebersamaan yang terjalin melalui gerakan senam bersama menjadi pengingat bahwa sekolah yang sehat dan menyenangkan dapat dibangun melalui partisipasi aktif, kerja sama, serta kepedulian seluruh warga sekolah.

Dengan terselenggaranya lomba senam antarkelas ini, diharapkan peserta didik semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan, membiasakan aktivitas fisik, mengembangkan kekompakan, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi wadah untuk membentuk generasi muda yang sehat, aktif, kreatif, disiplin, sportif, dan mampu bekerja sama dalam berbagai situasi.

Semoga kegiatan Sabtu Ceria dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang positif, sehat, harmonis, dan penuh semangat. Dengan tubuh yang sehat, pikiran yang segar, serta semangat kebersamaan yang kuat, peserta didik diharapkan semakin siap mengikuti pembelajaran dan meraih prestasi yang membanggakan.

Sabtu Ceria bukan sekadar bergerak mengikuti irama, tetapi juga menyatukan langkah, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat untuk menjadi lebih baik.

Terus bergerak, terus berkarya, dan terus berprestasi!

SMP Negeri 3 Songgon — Sehat Jasmaninya, Kuat Karakternya, Kompak Kebersamaannya, Gemilang Prestasinya!

Kamis, 22 Oktober 2026

APEL PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL 22 OKTOBER 2026 22 OKTOBER 2026

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2026, keluarga besar SMP Negeri 3 Songgon turut memaknai momentum bersejarah ini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peringatan Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa, khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan, menjaga persatuan, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan tanggal tersebut berkaitan erat dengan peristiwa bersejarah, yaitu Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober 1945. Seruan tersebut membangkitkan semangat perjuangan umat Islam, para santri, dan masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan.

Peristiwa bersejarah tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan bangsa
Indonesia tidak hanya dilakukan melalui kekuatan fisik dan persenjataan, tetapi juga melalui kekuatan iman, ilmu pengetahuan, persatuan, serta keberanian dalam membela kebenaran. Para santri dan ulama telah memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus menanamkan nilai-nilai cinta tanah air yang hingga kini tetap relevan untuk diterapkan oleh generasi penerus bangsa.

Peringatan Hari Santri Nasional di SMP Negeri 3 Songgon menjadi momentum untuk menanamkan semangat religius, nasionalisme, kedisiplinan, dan akhlak mulia kepada seluruh peserta didik. Melalui kegiatan peringatan ini, para siswa diajak untuk memahami bahwa menjadi generasi muda yang unggul tidak cukup hanya dengan memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan keimanan, ketakwaan, kejujuran, kesantunan, dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan upacara rutin hari Senin yang sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Santri Nasional dilaksanakan dengan penuh khidmat dan tertib oleh seluruh warga sekolah. Para peserta didik, dewan guru, serta tenaga kependidikan mengikuti rangkaian kegiatan dengan semangat kebersamaan sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para ulama dan santri yang telah berjuang demi tegaknya kemerdekaan Indonesia.


Suasana khidmat dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa perjuangan para santri terdahulu harus dilanjutkan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Jika dahulu para santri berjuang dengan mengangkat senjata, mengobarkan semangat jihad dalam mempertahankan kemerdekaan, maka santri dan generasi muda masa kini dapat meneruskan perjuangan tersebut melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, pengembangan teknologi, serta pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat Hari Santri juga mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia
dan akhirat. Generasi muda hendaknya tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dan keberhasilan duniawi, tetapi juga senantiasa memperhatikan pembentukan karakter, perilaku, dan akhlak. Ilmu yang diperoleh harus digunakan untuk kebaikan, kecerdasan harus disertai kebijaksanaan, dan keberhasilan harus diiringi dengan rasa syukur serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Di lingkungan SMP Negeri 3 Songgon, nilai-nilai kesantrian dapat diwujudkan melalui pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, menghormati guru dan orang tua, menjaga sopan santun, membiasakan sikap jujur, melaksanakan tanggung jawab, serta saling membantu antarteman. Peserta didik juga diharapkan mampu menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, menjauhi perilaku perundungan, dan membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh warga sekolah.

Hari Santri Nasional bukan hanya milik mereka yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren, melainkan juga menjadi momentum bagi seluruh generasi muda Indonesia untuk meneladani nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para ulama dan santri. Nilai keikhlasan dalam menuntut ilmu, kesederhanaan dalam menjalani kehidupan, kedisiplinan dalam beribadah, ketekunan dalam belajar, serta semangat pengabdian kepada masyarakat merupakan teladan yang dapat diterapkan oleh siapa pun, termasuk peserta didik di sekolah umum.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, generasi muda menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kemajuan teknologi digital, derasnya arus informasi, hingga perubahan pola pergaulan. Oleh karena itu, nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan harus menjadi landasan dalam setiap langkah. Peserta didik perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi yang benar, menggunakan media sosial secara bijak, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta menghindari penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, dan berbagai perilaku yang dapat merusak persaudaraan.

Semangat santri masa kini adalah semangat untuk terus belajar, berkarya, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Santri dan generasi muda Indonesia harus mampu menjadi pribadi yang terbuka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan tanpa kehilangan jati diri, teguh dalam memegang nilai-nilai agama tanpa merendahkan orang lain, serta mencintai tanah air tanpa melupakan pentingnya persaudaraan dan perdamaian.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, seluruh peserta didik diharapkan semakin menyadari bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi yang memiliki karakter kuat, wawasan luas, dan akhlak yang baik. Keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari nilai akademik yang tinggi, tetapi juga dari kemampuan seseorang dalam bersikap jujur, menghormati orang lain, bertanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Dewan guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 3 Songgon juga memiliki peran penting dalam mendampingi peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki semangat nasionalisme. Melalui keteladanan, pembiasaan positif, dan lingkungan pendidikan yang mendukung, diharapkan lahir generasi penerus yang mampu meneruskan perjuangan para ulama dan pahlawan melalui jalur pendidikan serta pengabdian kepada bangsa.

Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026 hendaknya menjadi pengingat bahwa cinta agama dan cinta tanah air bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan dalam membentuk pribadi yang beriman, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menghormati keberagaman, serta berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semangat para santri terdahulu harus terus hidup dalam jiwa generasi muda. Keikhlasan mereka dalam menuntut ilmu, keberanian mereka dalam membela kebenaran, dan pengabdian mereka kepada masyarakat merupakan warisan berharga yang harus dijaga dan diteruskan. Kini, perjuangan tersebut dapat diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, meningkatkan prestasi, menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi sesama.

Keluarga besar SMP Negeri 3 Songgon berharap melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, semangat religius, nasionalisme, dan persaudaraan semakin tumbuh dalam diri seluruh warga sekolah. Semoga momentum ini mampu memperkuat komitmen bersama untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, cinta tanah air, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan penuh optimisme.

Akhirnya, mari kita jadikan Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan sebagai inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan, memperkuat persatuan, mengamalkan ilmu, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Jadilah generasi yang tidak hanya memiliki ilmu, tetapi juga memiliki adab; tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi akhlak; serta tidak hanya mencintai agama, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan keutuhan Indonesia.

Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026!

"'SANTRI MENGUATKAN NEGERI MENUJU INDONESIA EMAS”

Santri hebat, generasi kuat, berakhlak mulia, berilmu, dan cinta tanah air. Semoga semangat perjuangan para ulama dan santri senantiasa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berkarya, mengabdi, dan membangun Indonesia yang lebih baik.

SMP Negeri 3 Songgon — Mewujudkan Generasi Berkarakter, Berprestasi, Religius, dan Nasionalis.