Kamis, 05 Maret 2026

Gema Tadarus dan Khotmil Qur’an Rohis Indonesia

 

Gema Tadarus dan Khotmil Qur’an Rohis Indonesia

Menindaklanjuti arahan strategis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam  Kementerian Agama, Pengurus Pusat Rohis Indonesia secara resmi menginisiasi gerakan Pesantren Ramadhan Terpadu. Fokus utama dari kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan menghidupkan kembali literasi Al-Qur’an di kalangan generasi Z melalui agenda Tadarus dan Khotmil Qur’an serentak.





1 Transformasi Instruksi Menjadi Aksi

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Maret 2026 yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia secara  virtual

Langkah ini diawali dengan pembacaan Surat Edaran Dirjen Pendis sebagai pijakan formal. Namun, di tangan para aktivis Rohis, instruksi tersebut bertransformasi menjadi gelombang spiritual. Di ribuan sekolah di seluruh Indonesia, sudut-sudut masjid dan ruang kelas berubah menjadi oase ketenangan. Para siswa tidak hanya membaca, tetapi juga mendalami tajwid dan makna yang terkandung di dalam tiap ayat.




2. Metodologi "One Day One Juz" dan Sema’an

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan efektif dan terukur, Rohis Indonesia menerapkan metode pembagian juz yang sistematis:

  • Tadarus Mandiri: Dilakukan setiap pagi sebelum materi Pesantren Ramadhan dimulai.

  • Tadarus Berjamaah (Sema’an): Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil (halaqah) untuk saling menyimak bacaan, menciptakan suasana belajar yang kolaboratif.

  • Monitoring Digital: Menggunakan kartu kendali ibadah atau aplikasi untuk mencatat progres bacaan setiap peserta didik.

3. Puncak Khotmil Qur’an: Doa untuk Bangsa

Puncak dari rangkaian Pesantren Ramadhan ini adalah Majelis Khotmil Qur’an. Suasana haru biasanya menyelimuti saat ayat-ayat terakhir dari Surah An-Nas dilantunkan.

"Kami ingin memastikan bahwa Al-Qur'an bukan sekadar teks yang dibaca, tapi menjadi karakter yang melekat. Khotmil Qur’an ini adalah simbol komitmen kami untuk terus menjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin di lingkungan sekolah."

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan untuk dunia pendidikan Indonesia agar melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual.


Ringkasan Pelaksanaan

AspekDetail Pelaksanaan
Landasan HukumSurat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Target PesertaAnggota Rohis dan Siswa Muslim di seluruh Indonesia
MetodeTadarus Berjamaah, Murottal, dan Khotmil Qur’an
OutputPenguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila yang Religius

Rabu, 04 Maret 2026

SOSIALISASI PERNIKAHAN DINI THE MOST KUA " MOVE FOR SAKINAH MASLAHAT"

SOSIALISASI PERNIKAHAN DINI OLEH KUA KECAMATAN SONGGON 
DENGAN TEMA
 THE MOST KUA " MOVE FOR SAKINAH MASLAHAT"


Pernikahan dini seringkali menjadi pintu masuk bagi berbagai persoalan mulai dari risiko kesehatan ibu dan anak, stunting, hingga kerentanan ekonomi dan perceraian.

Pernikahan bukan sekadar tentang "siapa cepat dia dapat," tapi tentang "siapa yang siap, dia yang maslahat." Di era transformasi layanan ini, KUA hadir bukan hanya sebagai tempat pencatatan administratif, melainkan sebagai pusat ketahanan keluarga melalui gerakan The MoST KUA (Move for Sakinah Maslahat) yang dilaksanakan Rabu, 04 Maret 2026

2. Inti Pesan: Filosofi MoST (Move for Sakinah Maslahat)

Kenapa kita harus bergerak (Move)? Karena diam terhadap tren pernikahan dini berarti membiarkan masa depan generasi  rapuh.

  • Move for Maturity: Kedewasaan adalah syarat mutlak. Menikah di usia matang sesuai regulasi (minimal 19 tahun) bukan untuk membatasi kebebasan, tapi untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan finansial.

  • Move for Sakinah: Kedamaian (Sakinah) tidak lahir dari keterpaksaan atau pelarian. Ia lahir dari dua insan yang sudah selesai dengan jati dirinya dan siap memikul tanggung jawab bersama.

  • Move for Maslahat: Tujuan akhir kita adalah kebaikan bersama. Pernikahan yang terencana akan melahirkan generasi yang kuat, sehat, dan kompetitif.


3. Ajakan Bertindak 

Kami di KUA mengajak seluruh elemen masyarakat, orang tua, tokoh pemuda, dan para remaja untuk mengubah pola pikir:

"Jangan terburu-buru mengejar 'sah' jika belum siap menghadapi 'ah'. Kejar dulu cita-citamu, matangkan dulu kepribadianmu, dan bekali dirimu dengan ilmu."

jadikan The MoST KUA sebagai gaya hidup bergerak bersama mencegah pernikahan dini demi menyelamatkan masa depan. Karena keluarga yang berkualitas adalah pilar utama bangsa yang hebat









meng akhiri setiap sosialisasi dengan jargon: "The MoST KUA: Move for Sakinah, Bergerak untuk Maslahat!" SMP Negeri 3 Songgon "JAYA JAYA JAYA luar biasa......
 

Senin, 24 November 2025

SMP Negeri 3 Songgon Peringati Hari Guru Nasional ke-80 dengan Upacara Khidmat dan Aksi Apresiasi Siswa

SMP Negeri 3 Songgon menggelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 dengan penuh kehormatan dan kekhidmatan di halaman sekolah, Senin pagi. Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Bapak Suhaimi, M.Pd, selaku Pembina Upacara, dan diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik dari kelas 7 hingga kelas 9.

Dalam amanatnya, Bapak Suhaimi, M.Pd menekankan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak pendidikan dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa. Beliau juga mengapresiasi kerja keras para pendidik yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan tetap memberikan layanan pembelajaran terbaik bagi siswa. “Guru adalah cahaya peradaban. Setiap langkah kecil yang dilakukan guru adalah kontribusi besar bagi masa depan negeri,” tegasnya dalam sambutan.

Pelaksanaan upacara berjalan lancar dan tertib. Seluruh petugas upacara merupakan siswa-siswi yang sebelumnya pernah tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kecamatan, sehingga tata gerak upacara berlangsung dengan sangat rapi, serasi, dan penuh wibawa.

Setelah kegiatan inti upacara selesai, siswa-khususnya kelas 9-menggelar momen istimewa berupa pemberian buket bunga kepada setiap guru sebagai wujud apresiasi dan rasa terima kasih atas pengabdian para pendidik. Serah terima buket berlangsung haru dan penuh kehangatan, diiringi tepuk tangan dan suasana emosional yang memperlihatkan kedekatan antara guru dan murid.

Para guru menyampaikan rasa terharu atas inisiatif siswa, sementara siswa berharap bahwa pemberian buket tersebut dapat menjadi pendorong semangat bagi guru untuk terus mengajar dengan sepenuh hati. Kegiatan ini juga menjadi pembelajaran karakter bagi siswa untuk membiasakan sikap hormat, apresiatif, dan peduli.

Peringatan Hari Guru Nasional ke-80 di SMP Negeri 3 Songgon tahun ini tidak hanya menjadi upaya penghormatan terhadap jasa para pendidik, tetapi juga momentum memperkuat hubungan emosional antara guru dan siswa. Dengan pelaksanaan yang hangat dan penuh makna, sekolah berharap semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga dalam upaya mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.