Tampilkan postingan dengan label Adiwiyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adiwiyata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2026

GERAKAN SAPU JAGAD

Inovasi “Sapu Jagat” menjadi salah satu langkah kreatif yang diterapkan di SMP Negeri 3 Songgon dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Melalui program ini, seluruh siswa dilibatkan secara aktif untuk rutin menyapu halaman sekolah setiap hari. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab siswa yang sedang piket kelas, tetapi telah menjadi budaya bersama yang dilakukan secara gotong royong oleh seluruh warga sekolah.

Untuk mendukung kelancaran program, sekolah menyediakan sebanyak 140 buah sapu lidi yang dapat
digunakan oleh siswa secara bergantian. Dengan jumlah tersebut, kegiatan menyapu dapat dilakukan secara serentak sehingga halaman sekolah tetap bersih, rapi, dan nyaman digunakan untuk kegiatan belajar maupun aktivitas lainnya.


Inovasi ini lahir dari kondisi sekolah yang saat ini belum memiliki petugas kebersihan, setelah tenaga sebelumnya memasuki masa pensiun dan belum adanya pengganti. Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi hambatan, justru mendorong munculnya semangat kebersamaan dan kepedulian seluruh siswa terhadap lingkungan sekolah.

Melalui “Sapu Jagat”, siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga menumbuhkan nilai tanggung jawab, disiplin, serta rasa memiliki terhadap sekolah. Program ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan sekaligus menciptakan suasana sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), sesuai komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh diberbagai sektor termasuk kebersihan lingkungan nyaman setiap harinya



Sabtu, 11 Oktober 2025

Kegiatan Sosialisasi Inovasi Gempita

SMP Negeri 3 Songgon melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Inovasi GEMPITA (Gerakan Pilah Sampah Berkelanjutan) di SD Negeri 1 Bedewang sebagai upaya pendidikan lingkungan hidup dan penanaman budaya pilah sampah sejak dini. Kegiatan diselenggarakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025 bertempat di aula/lapangan sekolah, dengan peserta siswa kelas 5 dan 6 serta guru dan tenaga kependidikan SD Negeri 1 Bedewang.

Program GEMPITA merupakan inovasi sekolah untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang masih umum dilakukan melalui sistem kumpul–angkut–buang. Melalui inovasi ini, SMP Negeri 3 Songgon memperkenalkan paradigma baru pemilahan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan sistem Tri-Wadah, yaitu tempat sampah terpilah berwarna hijau (organik), kuning (anorganik), dan merah (residu).

Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan disampaikan oleh Tim GEMPITA SMP Negeri 3 Songgon, terdiri dari perwakilan guru dan siswa. Sosialisasi dilakukan dalam tiga tahapan utama:


Sesi Teori dan Pengenalan Program

  • Penjelasan definisi sampah, dampak sampah bagi lingkungan, serta strategi pemilahan.
  • Pengenalan Tri-Wadah, Bank Sampah Mini, dan maskot GEMPITA sebagai media edukatif.
  • Siswa diberi gambaran teknis bagaimana pemilahan sampah dapat menghasilkan manfaat ekonomis dan lingkungan.

Sesi Praktik Interaktif

  • Siswa praktik memilah sampah secara langsung menggunakan contoh sampah nyata.
  • Tim GEMPITA memberikan koreksi dan pendampingan sehingga siswa dapat mempelajari pemilahan secara benar.
  • Pembelajaran diselingi yel-yel edukatif agar lebih menarik bagi siswa SD.

Tanya Jawab dan Media Edukasi

  • Siswa diberikan kesempatan bertanya terkait jenis sampah yang sering membingungkan.
  • Dibagikan poster dan stiker panduan pemilahan untuk ditempel di ruang kelas.
  • Peserta yang aktif mendapat reward sebagai bentuk apresiasi.

Hasil Kegiatan

Berdasarkan observasi, kegiatan berjalan lancar dan memperoleh antusiasme tinggi dari siswa. Sekitar 80% siswa menunjukkan pemahaman yang benar dalam mengenali jenis sampah organik dan anorganik. Selain itu, pihak SD Negeri 1 Bedewang menyatakan komitmen untuk mulai menerapkan sistem Tri-Wadah sebagai bagian awal gerakan peduli lingkungan di sekolah.

Rekomendasi & Tindak Lanjut

SMP Negeri 3 Songgon menyarankan:

  • SD Negeri 1 Bedewang menyiapkan minimal lima set tempat sampah Tri-Wadah di titik strategis seperti kelas, halaman, dan kantin.
  • Pembentukan tim pelaksana internal sebagai penggerak.
  • Pelaksanaan mentoring lanjutan selama 4–8 minggu serta monitoring progres melalui formulir pelaporan sederhana.

    Penutup

    Kegiatan sosialisasi GEMPITA berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pemilahan sampah dan kontribusi mereka dalam menjaga lingkungan. Melalui edukasi yang terstruktur dan praktik langsung, diharapkan gerakan ini menjadi kebiasaan baru di SD Negeri 1 Bedewang dan menguatkan jejaring pendidikan lingkungan antara kedua sekolah.

    Laporan ini menjadi dokumentasi resmi bagi program unggulan SMP Negeri 3 Songgon dalam menciptakan ekosistem sekolah yang peduli lingkungan, berkarakter, dan berkelanjutan.


    Dokumentasi Kegiatan


    Perizinan kepada Kepala Sekolah SD Negeri 1 Bedewang terkait dengan diadakanya Sosialisasi 
    GEMPITA (Gerakan Pilah Sampah Berkelanjutan) 


    Memberikan reward atau hadiah kepada peserta didik yang berani menjawab pertanyaan 
    dan kepada siswa yang aktif saat berinteraksi dengan pemateri yang sudah diberikan oleh tim.

    Memperkenalkan anggota Green Team dan Bapak Ibu Guru kepada peserta SDN 1 Bedewang 
    untuk melaksanakan kegiatan Sosialisasi GEMPITA (Gerakan Pilah Sampah Berkelanjutan) 

    Mensosialisasikan tentang program Inovasi Gempita (Gerakan Pilah Sampah Berkelanjutan) terhdap peserta serta pentinya dalam pemilihan sampah dalam linkungan sekitar



    Penyampaian jenis-jenis tempat sampah kepada peserta diantara tempat sampah organi, an-organik 
    dan residu oleh anggota green team. 
    Bertujuan agar peserta didik mampu mengidentifakasi membuang sampah padan jenis tempat sampah 
    yang sudah dikategorikan menurut jenisnya.

    Green team membawa beragam contoh sampah nyata. Siswa SD diminta maju ke depan untuk memilah dan memasukkan sampah ke dalam Tri-Wadah yang telah disiapkan.

    Mengedukasi peserta tentang pemanfaatan limbah sampah yaitu ricycle, reduce, reuse. 
    Green team membawa contoh yaitu bunga yang terbuat dari botol bekas, 
    dengan barang bekas menjadi barang yang bernilai indah.

    ***

    Rabu, 06 Agustus 2025

    Intervensi Gerakan Sekolah Sehat

     

    https://youtu.be/l7D0fDBSOEM?si=tfw5eFz-AcBG8BqZ

    Gerakan Sekolah Sehat (GSS) merupakan gerakan nasional untuk mewujudkan peserta didik yang sehat bergizi, bugar, berdaya tahan, serta belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Di SMP Negeri 3 Songgon, GSS diintegrasikan dengan budaya sekolah dan program Adiwiyata, sehingga mendorong perubahan perilaku sehat, penguatan layanan UKS, kantin sehat, serta pengelolaan lingkungan sekolah yang bersih dan hijau.

    Lima Pilar GSS yang ditegakkan di sekolah:

    1. Sehat Bergizi: edukasi Isi Piringku, konsumsi air minum aman, sarapan sehat, tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri, dan pengawasan kantin sehat.

    2. Sehat Fisik: pembiasaan senam pagi, permainan tradisional/olahraga, jalan sehat, dan screen time yang seimbang.

    3. Sehat Imunisasi: dukungan jadwal imunisasi lanjutan sesuai rekomendasi fasilitas kesehatan.

    4. Sehat Jiwa: check-in kesejahteraan diri, konseling dasar sebaya, dan pojok literasi positif.

    5. Sehat Lingkungan: PHBS, cuci tangan pakai sabun (CTPS), sikat gigi massal, sanitasi layak, pengelolaan sampah (pilah, bank sampah), taman hijau, dan smoke-free area.


    Rabu, 16 Juli 2025

    Kunjungan Sungai Watch ke SMP Negeri 3 Songgon

     

    SMP Negeri 3 Songgon kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. Sebagai Sekolah Adiwiyata dan pelaksana aktif Gerakan Sekolah Sehat (GSS), sekolah ini mendapat kehormatan dikunjungi oleh tim Sungai Watch, organisasi yang fokus pada pengendalian sampah di sungai dan lingkungan pesisir.

    Kegiatan utama kunjungan ini adalah workshop pengenalan “School Bin” yang diikuti oleh seluruh Bapak dan Ibu Guru SMP Negeri 3 Songgon. School Bin merupakan inovasi sistem pengelolaan sampah berbasis edukasi di lingkungan sekolah, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, keterlibatan, dan kepedulian warga sekolah dalam memilah dan mengelola sampah dengan benar. Workshop dipandu langsung oleh tim Sungai Watch yang menjelaskan secara rinci tentang jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan sejak dari sumber, serta teknis penggunaan dan pengelolaan School Bin. Peserta juga diajak berdiskusi interaktif dan diberikan simulasi bagaimana mengimplementasikan sistem ini di dalam ruang lingkup sekolah maupun kelas. 

    Kegiatan ini menjadi bagian dari intervensi program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) serta penguatan pilar lingkungan hidup dalam program Sekolah Adiwiyata, di mana perilaku hidup bersih dan sehat serta literasi lingkungan menjadi fokus utama. "Kami sangat antusias dan berterima kasih atas kehadiran Sungai Watch. Kolaborasi ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus mengembangkan budaya peduli lingkungan di sekolah, mulai dari hal kecil seperti memilah sampah," ujar Kepala SMP Negeri 3 Songgon, Bapak Suhaimi, M.Pd.
    Selain guru, siswa juga akan turut dilibatkan dalam tahap implementasi berikutnya melalui kegiatan praktik langsung dan monitoring penggunaan School Bin. Diharapkan, program ini bisa menjadi pilot project yang akan menginspirasi sekolah-sekolah lain di wilayah Songgon dan Banyuwangi pada umumnya. Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan penyerahan simbolis School Bin dari pihak Sungai Watch kepada pihak sekolah.

    Dokumentasi sesi foto bersama di ruang kantor dan halaman sekolah




    Jumat, 11 Juli 2025

    Kegiatan Perbaikan Akses Menuju TPS Sekolah

    Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan dan mendukung program Adiwiyata, SMP Negeri 3 Songgon melaksanakan kegiatan perbaikan dan pemeliharaan prasarana akses menuju Tempat Pengolahan Sampah (TPS) sekolah yang terletak di area belakang gedung sekolah.

    Kegiatan ini dilakukan oleh tim Sarana dan Prasarana (Sarpras) bersama beberapa guru yang turut membantu di sela waktu pasca kegiatan belajar mengajar (KBM). Perbaikan akses dilakukan untuk mempermudah jalur mobilisasi warga sekolah saat melakukan pengiriman sampah terpilah ke Bank Sampah, sekaligus mendukung kelancaran proses pengelolaan sampah internal sekolah.

    Sebelumnya, akses menuju TPS sekolah dinilai kurang memadai karena kondisi jalur yang sempit dan kurang stabil, sehingga menyulitkan kader Adiwiyata maupun petugas kebersihan saat melakukan transportasi sampah. Melalui kegiatan ini, jalur menuju TPS diperlebar dan dirapikan agar lebih aman serta mudah dilalui.

    Dengan perbaikan ini, diharapkan seluruh warga sekolah, termasuk siswa kader Adiwiyata bidang persampahan, dapat mengelola dan mengangkut sampah secara efektif sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menuju lingkungan sekolah yang bersih dan tertib.

    “Akses yang baik akan mempermudah proses pengelolaan sampah dan meningkatkan kenyamanan seluruh warga sekolah,” ujar salah satu anggota tim Sarpras.

    Kegiatan berjalan lancar, penuh semangat gotong royong, serta mencerminkan kebersamaan dalam menjaga fasilitas lingkungan sekolah.

    Kamis, 10 Juli 2025

    Penguatan Pengelolaan Sampah Menuju Adiwiyata Provinsi

    Dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat serta mendukung tercapainya program Adiwiyata, SMP Negeri 3 Songgon terus memperkuat sistem pengelolaan sampah secara terpadu. Hari ini sekolah melaksanakan kegiatan penanganan dan solusi atas permasalahan sampah melalui strategi pemilahan dan pengangkutan sampah yang terstruktur.

    Kegiatan ini ditunjukkan dengan pemilahan sampah organik dan non-organik oleh seluruh warga sekolah, termasuk keterlibatan aktif siswa kader Adiwiyata bidang persampahan yang bertugas mengawasi, mengedukasi, serta mengelola proses pemilahan sampah di setiap titik unit pengumpulan.

    Sebagai bagian dari solusi, sekolah telah menjalin kerja sama rutin dengan petugas TPS 3R Balak, yang melakukan pengangkutan sampah secara terjadwal dari sekolah menuju TPS pengelolaan lanjutan. Program ini membantu memastikan bahwa sampah yang terkumpul tidak menumpuk serta tertangani sesuai sistem pengolahan yang berkelanjutan.

    Melalui program ini, SMP Negeri 3 Songgon berkomitmen memperbaiki kendala terkait manajemen sampah yang selama ini dihadapi, sekaligus menumbuhkan budaya sadar lingkungan di kalangan siswa dan seluruh warga sekolah.

    “Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk menciptakan sekolah yang bersih, tertib, dan berwawasan lingkungan menuju Adiwiyata,” ungkap salah satu koordinator kader Adiwiyata.

    Kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme, memperlihatkan kesungguhan kolaborasi sekolah dalam menata pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkesinambungan.

    ***

    Senin, 07 Juli 2025

    Kegiatan Serah Terima Tempat Sampah di SMP Negeri 3 Songgon

    Walaupun masih dalam suasana libur sekolah menjelang akhir tahun ajaran baru, aktivitas pembenahan fasilitas lingkungan tetap berlangsung di SMP Negeri 3 Songgon. Hari ini, sekolah menerima bantuan tiga paket tempat sampah organik dan non-organik sebagai upaya penguatan program lingkungan berbasis Adiwiyata Provinsi.

    Serah terima dilakukan secara langsung oleh tim petugas berjumlah dua orang dari mitra pengelola persampahan, dan diterima oleh Bapak Drs. Warsi, selaku penanggung jawab Sarana dan Prasarana (Sarpras) SMP Negeri 3 Songgon, di sela-sela jadwal piket sekolah.

    Fasilitas tempat sampah tersebut merupakan bentuk kerja sama antara pihak sekolah dengan Bumdes Desa Bedewang yang terintegrasi dengan TPS 3R Balak, guna meningkatkan sistem pengelolaan sampah terpadu di lingkungan sekolah.

    Usai kegiatan serah terima, rombongan sempat melakukan peninjauan ke TPS sekolah yang berada di area belakang gedung utama, untuk melihat kondisi pengelolaan sampah yang selama ini menjadi kendala, khususnya dalam pemilahan dan jalur distribusi menuju TPS 3R. Dengan hadirnya fasilitas baru ini, diharapkan dapat mendukung pencapaian indikator pengelolaan lingkungan yang lebih efektif.

    “Harapannya, fasilitas ini mampu membantu sekolah dalam menyelesaikan permasalahan sampah yang selama ini cukup menghambat, terutama dalam proses menuju sekolah Adiwiyata Provinsi,” ujar Drs. Warsi.

    Kegiatan berlangsung lancar dan tetap mengedepankan semangat kerja sama lintas lembaga demi menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. 

    Kamis, 19 Juni 2025

    Penghargaan TAGANA dari Bupati Banyuwangi

    SMP Negeri 3 Songgon menerima Penghargaan TAGANA dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam rangkaian kegiatan BUNGA DESA yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Songgon. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif sekolah dalam kesiapsiagaan bencana serta kontribusi nyata dalam upaya perlindungan masyarakat di lingkungan pendidikan.

    Kunjungan Bupati dalam program BUNGA DESA kali ini menjadikan SMP Negeri 3 Songgon sebagai salah satu titik penyelenggaraan berbagai layanan publik, khususnya di bidang pendidikan. Sejumlah kegiatan pelayanan digelar di area sekolah, menjadikan SMP Negeri 3 Songgon sebagai tuan rumah bagi berbagai unit layanan terkait.

    Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang melakukan peninjauan langsung terhadap layanan pendidikan yang dibuka di sekolah. Layanan tersebut meliputi pelayanan kepegawaian, verifikasi data pendidikan, dan layanan sistem Dapodik, yang ditujukan untuk memudahkan guru serta tenaga kependidikan dalam mengakses kebutuhan administrasi tanpa harus datang ke kantor dinas.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi kesiapan sekolah dalam mendukung kegiatan BUNGA DESA dan peran aktifnya dalam berbagai program pemerintah daerah. Penghargaan TAGANA yang diberikan menjadi bukti komitmen SMP Negeri 3 Songgon dalam menjaga ketangguhan sekolah serta memperkuat edukasi kesiapsiagaan bencana kepada peserta didik.

    Pihak sekolah menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah daerah dan berharap kegiatan ini dapat mempererat sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di wilayah Songgon.

    ***


    Senin, 02 Juni 2025

    Kegiatan Bersih Halaman Sekolah



    Pagi ini, sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai, seluruh warga SMP Negeri 3 Songgon melaksanakan kegiatan rutin bersih-bersih halaman sekolah. Kegiatan ini dimulai pukul 06.30 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf sekolah.


    Dengan membawa alat kebersihan masing-masing seperti sapu, pengki, dan sekop, para siswa terlihat antusias membersihkan area kelas, taman, selokan, hingga halaman depan dan belakang sekolah. Para guru turut serta memantau sekaligus ikut membersihkan area lingkungan sekitar ruang guru dan kantor.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah, serta mendukung Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS). Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, kegiatan ini juga melatih siswa untuk bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan.

    Kepala SMP Negeri 3 Songgon, Bapak Suhaimi, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara rutin setiap hari dalam satu minggu, sebagai salah satu upaya mendukung program Adiwiyata di sekolah.

    “Melalui kegiatan bersih-bersih bersama ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, gotong royong, dan kepedulian lingkungan sejak dini kepada para siswa,” ujarnya.

    Setelah kegiatan bersih-bersih selesai, seluruh warga sekolah melanjutkan aktivitas KBM seperti biasa dengan semangat baru dan lingkungan yang bersih serta asri.

    Selasa, 21 Januari 2025

    Kegiatan Asistensi Tahap 2 Dokumen Usulan Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025

    Menindak lanjuti Surat Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Nomor: 005/167/429.104/2025, Tanggal 17 Januari 2025, perihal undangan Kegiatan Asistensi Tahap 2 dokumen usulan Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan pada hari ini Selasa, 21 Januari 2025 pukul 14.00 WIB bertempat di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi yang diikuti sejumlah 43 peserta dari sekolah yang terdaftar dalam usulan CSAP Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan untuk memberikan asistensi teknis kepada sekolah terkait penyusunan dokumen pendukung Calon Sekolah Adiwiyata sekaligus menyelaraskan dokumen sekolah dengan kriteria yang ditetapkan oleh program Adiwiyata tingkat Provinsi, serta memastikan kesesuaian administrasi dan kelengkapan dokumen agar sekolah siap diusulkan ke tingkat Provinsi.

    Agenda kegiatan berupa Diskusi dan Pendampingan oleh Tim pendamping dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi yang memberikan masukan dan koreksi terhadap dokumen yang telah disiapkan oleh sekolah peserta. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi singkat serta penekanan pada jadwal pengumpulan dokumen akhir. Sementara hasil yang dicapai SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap berhasil menyelesaikan draft dokumen awal sesuai panduan yang diberikan namun teridentifikasi beberapa dokumen tambahan yang perlu dilengkapi sebelum pengajuan ke tingkat Provinsi sembari terus meningkatkan pemahaman tim sekolah tentang pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Untuk langkah berikutnya adalah melengkapi dokumen usulan sesuai masukan dari kegiatan asistensi, dan meningkatkan implementasi program GPBLHS di lingkungan sekolah sebagai pendukung utama gerakan Adiwiyata serta segera finalisasi menyusun laporan kegiatan yang akan dilampirkan dalam dokumen usulan. Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap dalam mewujudkan komitmennya sebagai sekolah yang berbudaya lingkungan dan peduli terhadap keberlanjutan ekosistem. 


    Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, sekolah berharap dapat meraih predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025.

    Rabu, 08 Januari 2025

    Kegiatan Asistensi Dokumen Usulan Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025

    Menindak lanjuti Surat Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Nomor : 005/045/429.104/2025, Tanggal 6 Januari 2025, perihal pemberitahuan Kegiatan asistensi dokumen usulan Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan pada hari ini Rabu, 8 januari 2025 pukul 13.00 WIB bertempat di Aula SMP Negeri 2 Banyuwangi yang diikuti sejumlah 43 peserta dari sekolah yang terdaftar dalam usulan CSAP Tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sekolah dalam mempersiapkan dokumen yang sesuai dengan kriteria Adiwiyata dimana program Adiwiyata merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong terciptanya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui pembinaan yang berkelanjutan.


    Secara khusus tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pendampingan Tim Sekolah Calon Adiwiyata tingkat Provinsi dalam menyusun dokumen usulan dan meningkatkan pemahaman sekolah tentang indikator-indikator program Adiwiyata. Kemudian untuk mendorong kesiapan sekolah dalam memenuhi persyaratan administrasi dan teknis, serta menguatkan komitmen warga sekolah terhadap pelaksanaan program lingkungan hidup.

    Kegiatan berupa pemaparan materi oleh narasumber ahli yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan Bimbingan teknis penyusunan dokumen usulan serta Simulasi penilaian dokumen berdasarkan indikator Adiwiyata. Hasil dari pertemuan ini berupa output kegiatan sebanyak 43 sekolah berhasil menyusun dokumen usulan sesuai dengan format dan kriteria yang telah ditetapkan yang akhinya para peserta bisa memahami prinsip dasar dan indikator penilaian Adiwiyata.

    Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini sekolah akan melengkapi dokumen yang masih perlu revisi dalam beberapa waktu dua minggu kedepan dimana nantinya akan ada kegiatan asistensi lanjutan oleh Dinas Lingkungan Hidup yang akan melakukan verifikasi data bagi lembaga SCAP 2025. Sebagai refleksi bahwasanya kegiatan berjalan lancar dengan tingkat partisipasi yang tinggi oleh para peserta, namun mungkin ada beberapa sekolah masih memerlukan pendampingan lanjutan terkait penjabaran program lingkungan hidup. 

    Kegiatan asistensi dokumen usulan Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025 merupakan langkah awal yang penting dalam menciptakan generasi yang peduli terhadap lingkungan. Dengan komitmen bersama dari pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
     

    Rabu, 04 Desember 2024

    Memperingati Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia

     


    Keluarga Besar SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap mengucapkan ! 
     Selamat Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia 🦁🌿 

    Hari ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan melindungi satwa liar dari ancaman kepunahan. Mari kita bersama-sama peduli terhadap kehidupan liar dengan melindungi habitat mereka, mendukung upaya konservasi, dan menjaga keseimbangan alam. Setiap langkah kita, sekecil apapun, dapat memberikan dampak positif bagi pelestarian satwa dan lingkungan. Teruslah berkomitmen untuk menjaga bumi dan kehidupan liar demi masa depan yang lebih baik!


    Kamis, 28 November 2024

    Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia 2024

     


    Keluarga besar SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap mengucapkan !
    Selamat Hari Menanam Pohon Indonesia 2024 🌳🌱

    Hari ini adalah momen penting untuk bersama-sama berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan menanam pohon. Setiap pohon yang kita tanam memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan alam, mengurangi dampak perubahan iklim, serta melindungi keanekaragaman hayati. Mari kita jadikan penanaman pohon sebagai langkah nyata untuk menciptakan bumi yang lebih hijau, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang!

    Dengan tema "Tumbuhkan Kehidupan, Selamatkan Bumi," mari kita tanam pohon sebagai langkah nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memperbaiki kualitas udara.

    Selasa, 05 November 2024

    Memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2024

     



    Keluarga besar SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap mengucapkan
    Selamat Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional! 

    Semoga semangat untuk mencintai dan melestarikan keanekaragaman hayati terus berkembang di SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap. Hari ini adalah momen yang sangat baik untuk mengingat betapa pentingnya menjaga flora dan fauna kita agar dapat terus bertumbuh dan berkembang di bumi yang kita cintai. Terima kasih telah merayakan hari yang penting ini! 🌿🐾



    Sabtu, 21 September 2024

    Memperingati Hari Bersih-bersih Sedunia (World Cleanup Day)

     

    Keluarga Besar SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap mengucapkan! 
    Selamat memperingati Hari Bersih-bersih Sedunia (World Cleanup Day) 

    Semoga kegiatan ini semakin menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan bersatu, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk kita semua. 

    Teruskan semangat gotong royong dan kontribusi positif untuk bumi! 🌍🧹


    Jumat, 20 September 2024

    Buletin Lasempega Pada Kegiatan SEKARDADU Bersama Kosda Wilayah Singojuruh

    Sebagai bagian dari kegiatan Gerakan SEKARDADU (Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai) yang dilaksanakan bersama Koordinator Sumber Daya Air (Kosda) Wilayah Singojuruh sehari kemarin, OSIS SMP Negeri 3 Songgon mengambil peran penting dalam menyebarkan informasi melalui pemasangan Buletin Lasempega di mading sekolah. Buletin Lasempega memuat informasi lengkap mengenai rangkaian kegiatan SEKARDADU, tujuan pelestarian lingkungan, serta pesan-pesan penting terkait pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian daerah aliran sungai (DAS).

     

    Pada hari Jumat, OSIS dengan penuh semangat memasang Buletin Lasempega di mading utama sekolah. Proses ini dilakukan setelah kegiatan SEKARDADU selesai, dengan dihadiri oleh perwakilan siswa Kader Pokja dan guru pembimbing. Buletin ini diharapkan dapat menjadi media edukasi dan inspirasi bagi siswa lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, mading sekolah juga menjadi sarana yang efektif dalam mendistribusikan informasi kepada warga sekolah secara menyeluruh.








    Melalui langkah ini, SMP Negeri 3 Songgon menunjukkan komitmen kuatnya dalam mempromosikan budaya peduli lingkungan kepada generasi muda, sejalan dengan visi sekolah untuk menciptakan siswa yang sadar lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial.

    Kamis, 19 September 2024

    Kegiatan SEKARDADU Bersama Kosda Wilayah Singojuruh

    Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, khususnya daerah aliran sungai, SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap mengadakan Gerakan SEKARDADU (Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai). Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk siswa Kader Pokja, Tim rombongan dari Koordinator Sumber Daya Air Wilayah Singojuruh, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Gerakan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan sungai, mencegah pencemaran, dan mendukung penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) di masyarakat sekitar.

    Rangkaian kegiatan acara diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap, Bapak Suhaimi, M.Pd, yang menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga kelestarian daerah aliran sungai. Beliau juga mengapresiasi sinergi antara pihak sekolah, siswa, masyarakat, dan Tim Kosda Wilayah Singojuruh dalam mendukung gerakan ini. Perwakilan Kosda, Ibu Suwarsini, memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga sungai sebagai sumber daya vital bagi masyarakat. Beliau juga mengajak semua peserta untuk bersama-sama menjadikan daerah aliran sungai sebagai prioritas pelestarian lingkungan. Setelah pembukaan, peserta bergerak menuju lokasi sepanjang daerah aliran sungai yang menjadi fokus kegiatan.


    Beberapa aktivitas utama yang dilakukan diantaranya, Pembersihan Sampah di daerah aliran sungai dimana Siswa Kader Pokja bersama warga dan Tim Kosda memungut sampah di sepanjang aliran sungai, memisahkan sampah organik dan anorganik untuk didaur ulang. Selanjutnya kegiatan Penanaman Pohon di Bantaran Sungai yaitu Penanaman vegetasi pelindung seperti tanaman keras dan lainnya untuk mencegah erosi dan memperbaiki ekosistem di sekitar daerah aliran sungai. Kemudian Normalisasi Aliran Sungai dengan membersihkan gulma dan hambatan lain yang mengganggu aliran air sungai.


    Beberapa edukasi tentang Pengelolaan Sumber Daya Air dari Tim Kosda diberikan berupa penyuluhan singkat kepada siswa dan masyarakat mengenai beberapa hal diantaranya, Peran sungai dalam kehidupan sehari-hari dan dampaknya terhadap ketahanan air serta dampak buruk pencemaran sungai terhadap kesehatan dan lingkungan. Selanjutnya pengetahuan tentang langkah-langkah sederhana untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan daerah aliran sungai, dimana pada sesi ini berlangsung interaktif, dengan siswa dan warga aktif bertanya serta berbagi pengalaman mengenai kondisi daerah aliran sungaidi sekitar tempat tinggal mereka.
    Harapan kegiatan ini membawa dampak dan manfaat positif, tentang kebersihan daerah aliran sungai dapat terjaga dari sampah yang sebelumnya menumpuk di sekitar sungai berhasil dibersihkan, menjadikan lingkungan lebih asri dan sehat. Kemudian ada peningkatan Kesadaran Lingkungan, dimana peserta memahami pentingnya menjaga keberlanjutan daerah aliran sungai untuk kelangsungan hidup manusia dan ekosistem. dan yang utama tentu saja terjalinnya kolaborasi yang erat antara Sekolah dan Instansi Pemerintah sebagai wujudnya yaitu kegiatan ini memperkuat hubungan antara SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap dengan Koordinator Sumber Daya Air Wilayah Singojuruh, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi, membuka peluang untuk kerjasama di masa mendatang.


    Gerakan SEKARDADU oleh Kader Pokja SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap menjadi salah satu langkah penting dalam pelestarian lingkungan, khususnya pengelolaan daerah aliran sungai. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem sungai dan lingkungan sekitar.
    Sebagai tindak lanjut, sekolah berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi daerah aliran sungai dan menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkala. Dengan demikian, semangat menjaga lingkungan dapat terus hidup dan menjadi bagian dari budaya masyarakat.