Sabtu, 19 September 2026

KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA

Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMP Negeri 3 Songgon dilaksanakan Sabtu, 19 Oktober 2026 dengan materi pengenalan atribut Pramuka yang dibina oleh Bapak Irwanto. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai berbagai macam atribut yang terdapat pada seragam Pramuka, fungsi dan maknanya, serta tata cara pemasangan atribut yang benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Gerakan Pramuka.

Dalam kegiatan ini, Bapak Irwanto memberikan penjelasan secara rinci mengenai bagian-bagian seragam Pramuka beserta tanda pengenal yang digunakan oleh setiap anggota. Peserta didik diperkenalkan dengan berbagai atribut, antara lain tanda tutup kepala, tanda pandu dunia (WOSM), tanda pelantikan, tanda lokasi Kwartir Cabang, tanda gugus depan, tanda jabatan, tanda kecakapan umum (TKU), tanda kecakapan khusus (TKK), serta tanda pengenal lainnya yang digunakan sesuai dengan golongan dan kedudukan anggota Pramuka.

Selain mengenal nama dan bentuk atribut, peserta didik juga
mendapatkan penjelasan mengenai fungsi setiap tanda pengenal. Tanda lokasi, misalnya, menunjukkan identitas wilayah keanggotaan, sedangkan tanda gugus depan menunjukkan satuan tempat anggota Pramuka terdaftar. Sementara itu, tanda kecakapan umum dan tanda kecakapan khusus menjadi penanda pencapaian kemampuan serta keterampilan yang telah diperoleh anggota melalui proses latihan dan penyelesaian syarat kecakapan.

Bapak Irwanto juga menjelaskan pentingnya memperhatikan letak pemasangan setiap atribut pada seragam Pramuka. Peserta didik diarahkan untuk mengenali posisi atribut pada bagian lengan, dada, dan bagian seragam lainnya sesuai ketentuan. Melalui penjelasan dan praktik pengamatan secara langsung, peserta didik diharapkan mampu membedakan setiap tanda pengenal serta memahami cara menggunakan seragam Pramuka dengan rapi, lengkap, dan benar.



Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengenalan atribut secara fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, ketertiban, tanggung jawab, dan rasa bangga sebagai anggota Gerakan Pramuka. Seragam beserta atributnya merupakan identitas yang mencerminkan keanggotaan, pengalaman, kecakapan, dan tanggung jawab seorang Pramuka. Oleh karena itu, setiap anggota diharapkan dapat menjaga kerapian seragam serta menggunakan atribut sesuai ketentuan.

Melalui kegiatan ekstrakurikuler ini, peserta didik SMP Negeri 3 Songgon diharapkan semakin memahami identitas kepramukaan, memiliki pengetahuan dasar tentang atribut Pramuka, serta mampu menerapkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kegiatan berlangsung sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter peserta didik melalui Gerakan Pramuka, dengan harapan dapat membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, terampil, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebersamaan.

Salam Pramuka! ⚜️

SMP NEGERI 3 SONGGON


Disiplin, Mandiri, Terampil, dan Berkarakter

Sabtu, 29 Agustus 2026

KEGIATAN LOMBA AGUSTUS HARI KEDUA

Memasuki hari kedua kegiatan perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, sekolah kembali menggelar berbagai perlombaan yang berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kegiatan hari kedua berlangsung dengan penuh semangat, keceriaan, dan antusiasme dari seluruh peserta. Berbagai perlombaan yang dilaksanakan yaitu Lomba Balap Terompah, Lomba Sarung Bergilir, dan Lomba Karet Tepung.

Lomba Balap Terompah menguji kekompakan, keseimbangan, dan kerja sama antarpeserta. Sementara itu, Lomba Sarung Bergilir menghadirkan keseruan tersendiri karena peserta harus bekerja sama dan bergerak cepat dalam menyelesaikan tantangan. Tidak kalah menarik, Lomba Karet Tepung juga berlangsung meriah dan mengundang gelak tawa dari peserta maupun para penonton.

Suasana sekolah semakin semarak dengan sorak-sorai dan dukungan dari teman-teman yang menyaksikan jalannya perlombaan. Meskipun setiap peserta berusaha menjadi yang terbaik, seluruh kegiatan tetap berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas, kekompakan, kebersamaan, dan semangat persaudaraan.

Melalui kegiatan perlombaan ini, diharapkan para siswa dapat semakin memahami makna kemerdekaan, mempererat tali persaudaraan, serta menumbuhkan sikap percaya diri, kerja sama, dan sportivitas.

Semarak Kemerdekaan, Semangat Kebersamaan!

Jumat, 28 Agustus 2026

KEGIATAN LOMBA AGUSTUS DI SEKOLAH

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia KE 81 TAHUN 2026, sekolah mengadakan berbagai kegiatan perlombaan yang diikuti oleh para siswa dengan penuh semangat dan antusias.

Kegiatan perlombaan dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, dengan suasana yang meriah, penuh keceriaan, serta menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.

Berbagai lomba yang dilaksanakan antara lain Lomba Kaleng Karet, Lomba Curi Bola, dan Lomba Balap Karung. Setiap perlombaan dirancang untuk melatih ketangkasan, kecepatan, kerja sama, serta keberanian para siswa.

Para peserta tampak bersemangat mengikuti setiap perlombaan. Sorak-sorai dan dukungan dari teman-teman semakin menambah kemeriahan kegiatan. Meskipun bersaing untuk menjadi pemenang, seluruh peserta tetap menunjukkan sikap sportif dan saling menghargai.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kemerdekaan, persatuan, gotong royong, kebersamaan, dan sportivitas dapat terus tumbuh dalam diri seluruh siswa. Kegiatan lomba Agustus menjadi salah satu momen menyenangkan untuk mengenang dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif dan edukatif.

Dirgahayu Republik Indonesia!
Terus Semangat, Kompak, dan Junjung Tinggi Sportivitas!

Kamis, 23 Juli 2026

Puskesmas Songgon Laksanakan Skrining Kesehatan di SMP Negeri 3 Songgon, Wujudkan Sekolah Sehat dan Peserta Didik Berkualitas

Songgon – Dalam rangka mendukung program kesehatan sekolah serta mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, SMP Negeri 3 Songgon bekerja sama dengan Puskesmas Songgon melaksanakan kegiatan Skrining Kesehatan bagi seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah
ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan warga sekolah. Melalui skrining kesehatan, berbagai potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat segera ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat.

Tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Songgon melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kepada seluruh siswa, meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan ketajaman penglihatan (mata), pemeriksaan kebersihan telinga, pengukuran berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemeriksaan tekanan darah (tensi). Setiap peserta mengikuti tahapan pemeriksaan dengan tertib sesuai alur yang telah ditetapkan.

Tidak hanya peserta didik, kegiatan skrining kesehatan juga menyasar
seluruh guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 3 Songgon. Pemeriksaan ini menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kesehatan seluruh warga sekolah, mengingat kondisi fisik yang prima menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses belajar mengajar yang efektif dan produktif.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas kesehatan turut memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit.

Kepala SMP Negeri 3 Songgon menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Puskesmas Songgon atas sinergi dan dukungan dalam menjaga kesehatan warga sekolah. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam meraih prestasi.

Melalui kolaborasi yang baik antara sekolah dan Puskesmas Songgon,
diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. SMP Negeri 3 Songgon berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program kesehatan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.





















SOSIALISASI SUNGAI WATCH TENTANG PENTINGNYA PENANGANAN SAMPAH DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN SUNGAI

 

Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan, SMP Negeri 3 Songgon melaksanakan kegiatan sosialisasi bersama Sungai Watch tentang pentingnya penanganan sampah, baik di lingkungan sekolah maupun di kawasan sungai. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi lingkungan yang bertujuan menanamkan kesadaran kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga kebersihan, mengurangi pencemaran, serta membangun kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini.

Sosialisasi ini memberikan pemahaman bahwa permasalahan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan tindakan nyata dari seluruh lapisan masyarakat. Sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, seperti bungkus makanan, botol plastik, gelas plastik sekali pakai, kantong plastik, kertas, dan berbagai jenis sampah lainnya, dapat menimbulkan persoalan serius apabila tidak dikelola dengan baik. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, baik di lingkungan sekolah, selokan, lahan kosong, maupun di sekitar sungai, dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan berdampak buruk terhadap kesehatan manusia serta kelangsungan hidup makhluk lainnya.

Edukasi Pentingnya Pengelolaan Sampah di Lingkungan Sekolah

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta didik diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga
kebersihan lingkungan sekolah sebagai tempat belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri. Lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman merupakan salah satu faktor pendukung terciptanya proses pembelajaran yang baik. Oleh karena itu, setiap warga sekolah memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang bebas dari sampah.

Peserta didik diajak untuk lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari dalam menggunakan dan membuang barang yang berpotensi menjadi sampah. Sampah dari bungkus jajanan, botol minuman, sedotan, tisu, dan sisa makanan perlu ditangani dengan benar agar tidak berserakan di halaman, ruang kelas, kantin, taman, maupun saluran drainase sekolah. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, membawa botol minum sendiri, menggunakan wadah makanan yang dapat dipakai berulang kali, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan oleh setiap peserta didik.

Selain itu, peserta didik diperkenalkan pada pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya. Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun kering, dapat dikelola melalui pengomposan apabila fasilitas dan pengelolaannya tersedia. Sementara itu, sampah anorganik tertentu, seperti botol plastik, kardus, dan kertas, dapat dikumpulkan untuk digunakan kembali atau disalurkan ke sistem daur ulang yang sesuai. Adapun sampah yang tidak dapat didaur ulang perlu ditangani melalui jalur pengelolaan sampah yang aman dan benar.

Melalui pemahaman tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya mengetahui perbedaan jenis-jenis sampah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengelolaan sampah bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan setelah terlihat kotor, melainkan upaya mencegah timbulnya sampah berlebihan sejak awal, memilah sampah dengan benar, dan memastikan sampah tidak mencemari lingkungan.

Sosialisasi ini juga menjadi pengingat bahwa kebersihan sekolah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, guru, atau pihak tertentu. Seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga pengelola kantin, perlu berpartisipasi aktif dalam menciptakan budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan. Dengan adanya kerja sama dan komitmen bersama, kebiasaan menjaga kebersihan dapat tumbuh menjadi karakter positif yang diterapkan secara konsisten.

Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kelestarian Sungai

Selain membahas pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, sosialisasi Sungai Watch juga
menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai bagian dari ekosistem alam yang memiliki peran besar bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Sungai merupakan sumber daya alam yang penting. Sungai berfungsi sebagai bagian dari sistem aliran air, mendukung kehidupan berbagai organisme, serta memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Namun, keberadaan sungai dapat terancam apabila sampah dibuang secara sembarangan ke aliran air maupun ke kawasan bantaran sungai.

Sampah plastik menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serius karena banyak jenis plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami. Sampah plastik yang masuk ke sungai dapat terbawa arus menuju wilayah hilir, menumpuk di titik-titik tertentu, tersangkut pada vegetasi, atau akhirnya terbawa hingga ke laut. Dalam prosesnya, sampah tersebut dapat mengganggu ekosistem perairan, membahayakan satwa, dan menurunkan kualitas lingkungan.

Peserta didik diberikan pemahaman bahwa membuang satu bungkus makanan atau satu botol plastik ke sungai bukanlah tindakan sepele. Jika kebiasaan tersebut dilakukan berulang kali oleh banyak orang, jumlah sampah yang masuk ke sungai akan semakin besar. Sampah yang menumpuk juga berpotensi menyumbat aliran air dan memperparah genangan atau banjir ketika kondisi lingkungan dan curah hujan mendukung terjadinya hal tersebut.

Lebih jauh lagi, sampah yang terpapar sinar matahari, mengalami gesekan, dan terurai menjadi bagian-bagian kecil dapat menghasilkan mikroplastik yang berpotensi masuk ke rantai makanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pencemaran sungai tidak hanya berdampak pada keindahan alam, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan ekosistem dan kualitas hidup manusia.

Melalui sosialisasi ini, peserta didik diajak memahami bahwa menjaga sungai tidak cukup hanya dengan membersihkan sampah yang terlihat. Upaya yang paling penting adalah mencegah sampah masuk ke sungai sejak dari sumbernya, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, membuang sampah melalui jalur yang benar, serta membangun kesadaran masyarakat untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Peran Sungai Watch dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

Sungai Watch dikenal melalui upayanya dalam menangani persoalan sampah yang mencemari sungai
dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem perairan. Melalui edukasi dan berbagai inisiatif penanganan sampah, masyarakat diajak untuk melihat bahwa persoalan sampah membutuhkan tindakan nyata, kerja sama, dan perubahan kebiasaan secara berkelanjutan.

Kehadiran edukasi lingkungan seperti ini di sekolah memiliki arti penting karena peserta didik merupakan generasi muda yang dapat menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh tidak seharusnya berhenti pada saat sosialisasi berlangsung, tetapi perlu diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari dan disebarluaskan kepada keluarga serta masyarakat sekitar.

Peserta didik diharapkan mampu memahami hubungan antara kebiasaan membuang sampah di lingkungan rumah, sekolah, dan sungai. Sampah yang dibuang ke halaman atau selokan dapat terbawa air hujan menuju saluran drainase dan akhirnya masuk ke sungai. Dengan demikian, tindakan sederhana menjaga kebersihan di lingkungan terdekat sebenarnya merupakan bagian dari upaya melindungi sungai dan lingkungan yang lebih luas.


Melalui pemahaman tersebut, peserta didik dapat menjadi agen perubahan dengan memberikan contoh yang baik, mengingatkan teman secara santun ketika melihat perilaku membuang sampah sembarangan, serta mengajak keluarga untuk menerapkan kebiasaan mengurangi dan memilah sampah. Perubahan lingkungan yang lebih baik dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang.

Membangun Budaya Peduli Lingkungan di Sekolah

Salah satu tujuan penting dari kegiatan sosialisasi ini adalah mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan di SMP Negeri 3 Songgon. Budaya tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sederhana tetapi berkelanjutan, seperti menjaga kebersihan kelas, melaksanakan piket secara bertanggung jawab, membersihkan halaman sekolah, merawat taman, memastikan tempat sampah digunakan dengan benar, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Sekolah juga dapat memperkuat pembiasaan tersebut melalui kegiatan kebersihan rutin, penyediaan tempat sampah yang memadai, pemilahan sampah sesuai kemampuan fasilitas yang tersedia, dan pengawasan terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Setiap kegiatan hendaknya disertai dengan pemahaman bahwa menjaga lingkungan bukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban sekolah, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan, kenyamanan, dan kelestarian alam.

Kebiasaan membawa botol minum sendiri, menggunakan kotak makan yang dapat dipakai berulang kali, membawa tas belanja yang dapat digunakan kembali, serta menghindari penggunaan barang sekali pakai yang tidak diperlukan juga dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi timbulan sampah. Apabila dilakukan bersama-sama, kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan oleh aktivitas warga sekolah.

Selain itu, peserta didik perlu memahami bahwa kegiatan membersihkan
lingkungan harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan. Pengambilan sampah dari sungai atau saluran air tidak boleh dilakukan sembarangan, terutama apabila terdapat arus deras, benda tajam, limbah yang tidak dikenal, atau kondisi lain yang berbahaya. Kegiatan penanganan sampah di sungai perlu dilakukan oleh pihak yang kompeten dengan peralatan pelindung dan prosedur keselamatan yang sesuai.

Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan seiring dengan pengetahuan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Peserta didik tidak hanya diajak untuk bertindak, tetapi juga memahami cara bertindak yang benar dan aman.

Menanamkan Karakter dan Tanggung Jawab terhadap Alam

Kegiatan sosialisasi Sungai Watch juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi peserta didik. Kepedulian terhadap sampah mengajarkan nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, kepedulian sosial, serta sikap menghargai lingkungan. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik di sekolah, rumah, maupun masyarakat.

Disiplin tercermin dari kebiasaan membuang sampah pada tempatnya meskipun tidak ada guru yang mengawasi. Tanggung jawab diwujudkan dengan menjaga kebersihan setelah makan atau menggunakan fasilitas sekolah. Gotong royong terlihat ketika peserta didik bekerja sama membersihkan lingkungan dan saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan. Sementara itu, kepedulian terhadap alam tumbuh ketika peserta didik memahami bahwa setiap tindakan manusia dapat memberikan dampak terhadap lingkungan.

Pendidikan lingkungan juga mengajarkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai melalui tindakan besar. Mengurangi satu penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dengan benar, menjaga kebersihan halaman sekolah, dan tidak membuang sampah ke sungai merupakan tindakan sederhana yang memiliki nilai penting apabila dilakukan secara terus-menerus.

Melalui pembiasaan tersebut, sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Peserta didik diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab serta memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan kelestarian alam.

Harapan dan Tindak Lanjut Kegiatan

Melalui kegiatan sosialisasi Sungai Watch tentang pentingnya penanganan sampah di lingkungan sekolah dan sungai, diharapkan seluruh peserta didik SMP Negeri 3 Songgon semakin memahami bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran tersebut diharapkan diwujudkan melalui perubahan perilaku nyata, bukan hanya dipahami sebagai pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.

Sekolah diharapkan dapat terus menumbuhkan budaya peduli lingkungan melalui pembiasaan menjaga kebersihan, pengurangan sampah plastik, pemilahan sampah, serta kegiatan edukasi lingkungan secara berkelanjutan. Para peserta didik juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi teman sebaya dan keluarga dalam menerapkan perilaku hidup bersih serta mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Kerja sama antara sekolah, peserta didik, orang tua, masyarakat, dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sangat diperlukan agar upaya penanganan sampah dapat berjalan secara konsisten. Lingkungan yang bersih dan sungai yang terjaga tidak dapat diwujudkan hanya melalui satu kegiatan, tetapi membutuhkan komitmen bersama dan kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.

Pada akhirnya, sosialisasi ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan investasi bagi masa depan. Sekolah yang bersih menciptakan suasana belajar yang sehat dan nyaman, sedangkan sungai yang terjaga mendukung keberlangsungan ekosistem serta kehidupan masyarakat. Setiap orang memiliki peran dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik, dimulai dari dirinya sendiri dan dari tempat terdekat.


🌿 SMP Negeri 3 Songgon — Bergerak Bersama, Peduli Lingkungan, Selamatkan Sungai untuk Masa Depan. 🌊

Jumat, 17 Juli 2026

PELAKSANAAN MPLS HARI KE 5

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Hari KeLIMA Jumat, 17 Juli 2026 di SMP Negeri 3 Songgon berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Memasuki hari terakhir rangkaian MPLS, peserta didik baru tampak semakin percaya diri, mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta menunjukkan sikap disiplin dan semangat belajar yang tinggi.

Kegiatan diawali dengan apel pagi sebagai bentuk pembiasaan karakter disiplin, tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap sekolah. Selanjutnya, peserta didik mengikuti berbagai materi penguatan yang berfokus pada pembentukan karakter, penguatan budaya positif di sekolah, serta motivasi untuk menjadi pelajar yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan.

Dalam kegiatan hari LIMA  ini, peserta didik juga mengikuti sesi refleksi dan evaluasi pelaksanaan MPLS. Melalui kegiatan tersebut, mereka diajak untuk berbagi pengalaman, menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti MPLS, serta memperkuat komitmen untuk menerapkan nilai-nilai disiplin, integritas, gotong royong, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Sebagai penutup rangkaian MPLS, dilaksanakan acara penutupan secara resmi yang dihadiri oleh Kepala Sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, panitia, serta seluruh peserta didik baru. Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 3 Songgon menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Beliau juga berpesan agar seluruh peserta didik senantiasa menjaga nama baik sekolah, menghormati guru dan orang tua, menjalin persahabatan yang positif, serta terus mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.

Penutupan MPLS ditandai dengan pelepasan atribut peserta sebagai simbol berakhirnya masa pengenalan lingkungan sekolah dan dimulainya perjalanan sebagai bagian dari keluarga besar SMP Negeri 3 Songgon. Momen tersebut berlangsung dengan penuh makna dan menjadi awal bagi peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran secara aktif, mandiri, dan bertanggung jawab.

Seluruh rangkaian kegiatan MPLS selama empat hari telah terlaksana dengan baik berkat kerja sama seluruh panitia, bapak dan ibu guru, tenaga kependidikan, serta dukungan berbagai pihak. Diharapkan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama MPLS menjadi bekal bagi peserta didik baru untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, berprestasi, serta mampu mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


Kamis, 16 Juli 2026

PELAKSANAAN MPLS HARI KE EMPAT

Songgon – Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 3 Songgon memasuki hari keempat pada Kamis, 16 Juli 2026. Seluruh peserta didik baru mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan antusias sebagai bagian dari proses pembentukan karakter serta pengenalan budaya sekolah.

Kegiatan diawali dengan apel pagi yang diikuti oleh seluruh peserta didik baru, panitia MPLS, dewan guru, dan tenaga kependidikan. Apel pagi menjadi momentum untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta membangun motivasi peserta didik agar siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.

Pada hari keempat, peserta didik memperoleh materi penguatan karakter yang menekankan pentingnya integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, semangat belajar, serta membangun hubungan yang harmonis dengan guru, teman, dan seluruh warga sekolah. Melalui penyampaian materi secara interaktif, peserta didik diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Selain materi di dalam kelas, peserta didik juga mengikuti berbagai kegiatan yang melatih kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, mempererat kebersamaan antarpeserta didik baru, serta membangun jiwa gotong royong sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sekolah.

Menjelang akhir kegiatan, peserta didik mengikuti sesi refleksi untuk menyampaikan kesan, pesan, serta pengalaman selama mengikuti MPLS. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan terlihat ketika para peserta berbagi cerita mengenai pengalaman baru, teman baru, serta motivasi untuk menjadi pelajar yang disiplin, berprestasi, dan berkarakter.

Melalui pelaksanaan MPLS Hari Keempat, SMP Negeri 3 Songgon berharap seluruh peserta didik baru semakin siap beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami budaya positif yang diterapkan, serta memiliki komitmen untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi antara peserta didik, panitia, guru, serta tenaga kependidikan, rangkaian MPLS Hari Keempat berlangsung dengan lancar dan sukses. Diharapkan seluruh pengalaman yang diperoleh selama MPLS menjadi bekal berharga bagi peserta didik baru dalam mengawali perjalanan pendidikan di SMP Negeri 3 Songgon menuju masa depan yang gemilang.

Rabu, 15 Juli 2026

PELAKSANAAN MPLS HARI KE 3

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Hari Ketiga di SMP Negeri 3 Songgon berlangsung dengan penuh semangat, tertib, dan antusias. Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh panitia MPLS sebagai bentuk pembiasaan kedisiplinan, penanaman karakter, serta membangun semangat peserta didik baru dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Pada hari ketiga ini, peserta didik mendapatkan berbagai materi yang bertujuan untuk membentuk karakter, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan budaya hidup sehat dan aman di lingkungan sekolah. Materi disampaikan secara interaktif oleh narasumber dari unsur guru, tenaga kependidikan, maupun instansi terkait sehingga peserta didik dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dan menyenangkan.

Selain penyampaian materi, peserta didik juga mengikuti berbagai aktivitas penguatan karakter melalui permainan edukatif, diskusi kelompok, serta kegiatan yang melatih kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab. Suasana yang hangat dan penuh kebersamaan menjadikan peserta didik semakin mengenal teman-teman baru sekaligus membangun rasa percaya diri untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Kegiatan MPLS Hari Ketiga juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai Profil Lulusan yang berkarakter, berintegritas, disiplin, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menjunjung tinggi sikap saling menghargai dan gotong royong. Melalui berbagai aktivitas tersebut, diharapkan peserta didik mampu memahami pentingnya menjaga etika, menaati tata tertib sekolah, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar berkat kerja sama panitia, bapak dan ibu guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik baru yang mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat. Diharapkan pengalaman selama MPLS Hari Ketiga dapat menjadi bekal yang berharga bagi peserta didik dalam memulai perjalanan belajar di SMP Negeri 3 Songgon serta memotivasi mereka untuk menjadi pelajar yang berprestasi, berkarakter, dan membanggakan sekolah.


Selasa, 14 Juli 2026

PELAKSANAAN MPLS HARI KE 2 2026


Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Hari Kedua di SMP Negeri 3 Songgon berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Seluruh peserta didik baru mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, keselamatan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan sekolah.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kebugaran sederhana melalui
pengukuran detak jantung. Peserta didik diberikan pemahaman mengenai cara menghitung detak jantung, mengetahui kondisi denyut nadi setelah melakukan aktivitas fisik, serta pentingnya menjaga kesehatan tubuh sebagai penunjang proses belajar yang optimal. Kegiatan ini dipandu oleh guru dengan memberikan praktik langsung sehingga siswa dapat memahami cara memantau kondisi fisik mereka secara mandiri.

Selanjutnya, peserta didik mengikuti kegiatan tes fleksibilitas sebagai bagian dari pengenalan pentingnya kebugaran jasmani. Melalui berbagai gerakan peregangan dan pengukuran tingkat kelenturan tubuh, siswa diajak memahami manfaat menjaga fleksibilitas otot dan persendian untuk mendukung aktivitas sehari-hari serta mencegah terjadinya cedera. Kegiatan berlangsung dengan semangat dan penuh keceriaan, sekaligus menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.


Pada sesi berikutnya, peserta didik mendapatkan materi Sosialisasi Tanggap Bencana. Dalam kegiatan ini, siswa diberikan edukasi mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, langkah-langkah mitigasi, prosedur penyelamatan diri, serta pentingnya menjaga ketenangan saat menghadapi situasi darurat. Melalui penyampaian materi yang interaktif, peserta didik diajak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dan budaya keselamatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan pada hari kedua ini, diharapkan peserta didik baru SMP Negeri 3 Songgon tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan, meningkatkan kebugaran jasmani, serta memiliki sikap tanggap dan siap menghadapi kondisi darurat. Kegiatan MPLS hari kedua menjadi salah satu upaya sekolah dalam membentuk peserta didik yang sehat, tangguh, disiplin, dan berkarakter sesuai dengan visi dan misi SMP Negeri 3 Songgon.


Senin, 13 Juli 2026

MPLS 2026/2027

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama 13 Juli 2026 di SMP Negeri 3 Songgon Tahun Pelajaran 2026/2027 berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta mempersiapkan diri dalam mengikuti proses pembelajaran di jenjang Sekolah Menengah Pertama.



Sejak pagi, peserta didik baru hadir dengan penuhsemangat dan disambut hangat oleh Bapak/Ibu Guru serta panitia MPLS. Kegiatan diawali dengan Upacara pembukaan yang dilaksanakan di halaman sekolah. Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 3 Songgon menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru dan mengajak mereka untuk menjadikan sekolah sebagai tempat tumbuh, belajar, berkarya, serta membangun karakter yang berlandaskan disiplin, tanggung jawab, dan saling menghormati.


Rangkaian kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan pengenalan visi, misi, dan budaya sekolah, tata tertib, serta berbagai program unggulan yang dimiliki SMP Negeri 3 Songgon. Peserta didik juga diperkenalkan kepada seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, serta struktur organisasi sekolah sebagai bekal untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang baik selama menempuh pendidikan.

Selanjutnya, peserta didik mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dengan mengunjungi berbagai fasilitas, seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), musala, ruang tata usaha, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Melalui kegiatan
tersebut, peserta didik diharapkan semakin mengenal lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan kondusif.


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana yang
edukatif, menyenangkan, dan penuh keakraban. Para guru memberikan pendampingan dengan ramah sehingga peserta didik baru merasa nyaman dan percaya diri untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Kegiatan juga diselingi dengan permainan edukatif dan sesi motivasi yang bertujuan menumbuhkan semangat belajar, rasa percaya diri, serta jiwa kebersamaan di antara peserta didik.

Pelaksanaan MPLS hari pertama di SMP Negeri 3 Songgon menjadi awal yang baik dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Diharapkan seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan cepat, mengenal budaya positif sekolah, serta termotivasi untuk meraih prestasi akademik maupun nonakademik selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 3 Songgon.


Dengan semangat "MPLS Ramah", SMP Negeri 3 Songgon berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan, sehingga setiap peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.








Kamis, 02 Juli 2026

PEMBAGIAN IJAZAH TAPEL 2025/2026

Sebagai bentuk pelayanan administrasi sekaligus pertanggungjawaban sekolah kepada peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan, SMP Negeri 3  Songgon melaksanakan kegiatan Pembagian Ijazah Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini menjadi agenda resmi yang dikoordinasikan oleh bagian Tata Usaha setelah seluruh proses administrasi kelulusan, mulai dari verifikasi data peserta didik, pencetakan ijazah, validasi, hingga pengesahan dokumen, telah selesai dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan pembagian ijazah dihadiri oleh Kepala
SMP Negeri 3 Songgon, Bapak Suhaimi, S.Pd., M.Pd., Kaur Kurikulum Bapak Abdul Haris Hairu, S. Kom, Wakil Kepala Sekolah Bapak Kholil Prastiyo, S. Pd. I serta seluruh Wali Kelas IX Bapak Drs Warsi dan Wali Kelas IX B Ibu Dra. Endah Retnowati. Kehadiran jajaran pimpinan sekolah dan para wali kelas merupakan bentuk perhatian, dukungan, serta komitmen sekolah dalam memastikan setiap lulusan menerima dokumen kelulusan secara tertib, aman, dan tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Bapak Suhaimi, S.Pd., M.Pd.menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan di jenjang SMP. Beliau berpesan agar ijazah yang diterima dapat dijaga dengan baik karena merupakan dokumen negara yang sangat penting sebagai bukti sah penyelesaian pendidikan serta menjadi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun keperluan administrasi lainnya di masa mendatang.

Selanjutnya, Kaur Kurikulum, Bapak Abdul Haris Hairu, S. Kom memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga keaslian dan keamanan ijazah serta mengingatkan para lulusan untuk memastikan seluruh data yang tercantum pada ijazah telah sesuai. Apabila ditemukan kekeliruan administrasi, peserta didik diharapkan segera melapor kepada pihak sekolah agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut,  turut menyampaikan berbagai informasi terkait pengembangan layanan administrasi di SMP Negeri 3 Satu Atap Songgon. Beliau menjelaskan bahwa sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik, alumni, maupun masyarakat, bidang Tata Usaha terus berinovasi melalui layanan yang lebih cepat, mudah, dan berbasis digital.







Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah LIGA LIMIT (Legalisir Lima Menit), yaitu layanan legalisir ijazah dan dokumen pendidikan yang dirancang untuk memberikan kemudahan bagi para alumni. Melalui layanan ini, alumni tidak perlu datang berkali-kali ke sekolah untuk mengurus legalisir. Pengajuan legalisir dapat dilakukan dari rumah melalui mekanisme yang telah disediakan oleh sekolah, kemudian dokumen yang telah selesai diproses dapat diambil sesuai waktu yang telah diinformasikan. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang cepat, efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, beliau juga memperkenalkan layanan E-Tracer Kepuasan Pelayanan, sebuah sistem evaluasi berbasis digital yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh sekolah. Setiap peserta didik, alumni, orang tua, maupun masyarakat yang telah memperoleh pelayanan di SMP Negeri 3 Satu Atap Songgon diharapkan mengisi formulir E-Tracer sebagai bentuk partisipasi dalam memberikan penilaian, masukan, dan saran terhadap kualitas pelayanan yang diterima.

Kaur Kurikulum menegaskan bahwa seluruh
masukan yang disampaikan melalui E-Tracer akan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam melakukan perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan. Dengan adanya inovasi LIGA LIMIT (Legalisir Lima Menit) dan E-Tracer Kepuasan Pelayanan, diharapkan SMP Negeri 3 Satu Atap Songgon mampu mewujudkan pelayanan administrasi yang profesional, responsif, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan layanan prima.

Proses pembagian ijazah dilaksanakan secara tertib melalui pendampingan masing-masing Wali Kelas IX. Sebelum menerima ijazah, setiap lulusan melakukan verifikasi identitas dan menandatangani daftar penerimaan sebagai bukti bahwa dokumen telah diterima secara langsung oleh yang bersangkutan atau oleh orang tua/wali yang diberi kuasa. Proses ini merupakan bagian dari tertib administrasi sekolah dalam pengelolaan dokumen kelulusan.

Selain melaksanakan pembagian ijazah kepada seluruh lulusan Tahun Pelajaran 2025/2026, bidang Tata Usaha juga melaksanakan pembubuhan cap tiga jari pada Buku Induk Siswa sebagai bagian dari penyelesaian administrasi akhir peserta didik. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pengarsipan dokumen akademik yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan administrasi pendidikan.

Pembubuhan cap tiga jari dilakukan secara
langsung oleh setiap lulusan pada kolom yang telah disediakan di Buku Induk Siswa dengan didampingi oleh petugas Tata Usaha. Proses ini bertujuan untuk melengkapi data autentik peserta didik sekaligus menjadi bukti administrasi bahwa yang bersangkutan telah menyelesaikan seluruh proses pendidikan dan menerima dokumen kelulusan secara resmi dari sekolah.

Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung secara tertib, sistematis, dan bergantian sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembagian ijazah. Petugas Tata Usaha memastikan setiap peserta didik telah melakukan pembubuhan cap tiga jari sesuai prosedur sebelum administrasi kelulusan dinyatakan lengkap.

Dengan terlaksananya pembubuhan cap tiga jari pada Buku Induk Siswa, seluruh rangkaian administrasi kelulusan Tahun Pelajaran 2025/2026 dinyatakan selesai. Kegiatan ini mencerminkan komitmen SMP Negeri 3 Satu Atap Songgon dalam menyelenggarakan administrasi pendidikan yang tertib, akurat, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan pengelolaan arsip sekolah.

Melalui kegiatan ini, bagian Tata Usaha telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelesaikan seluruh administrasi peserta didik hingga tahap akhir pendidikan, yaitu penyerahan ijazah kepada lulusan. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian layanan administrasi bagi peserta didik Tahun Pelajaran 2025/2026 sekaligus menjadi bukti komitmen SMP Negeri 3 Satu Atap Songgon dalam memberikan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan peserta didik.

Dengan terlaksananya pembagian ijazah ini, diharapkan seluruh lulusan dapat memanfaatkan dokumen tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya serta terus membawa nama baik almamater melalui prestasi, karakter, dan semangat belajar yang berkelanjutan.