Kamis, 25 Januari 2024

Gerakan Aksi Bersih Sampah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Bedewang

Sebagai bagian dari komitmen SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap dalam mendukung penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH), Kader Pokja siswa mengadakan Gerakan Aksi Bersih Sampah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Bedewang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa dan masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta sebagai upaya konkret untuk mendukung keberlanjutan lingkungan yang sehat dan bersih.

Kegiatan dibuka dengan briefing oleh Guru pembina lingkungan memberikan motivasi kepada siswa dan warga, menekankan bahwa gerakan ini adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan hidup. Setelah pembukaan, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk membersihkan area RTH. Kegiatan yang dilakukan meliputi:
  • Mengumpulkan sampah plastik, organik, dan anorganik di sekitar taman.
  • Memilah sampah berdasarkan jenisnya untuk didaur ulang.
  • Membersihkan area fasilitas umum, seperti tempat duduk dan jalur pejalan kaki.
Siswa terlihat antusias memungut sampah, sementara warga desa yang turut serta dalam kegiatan ini memberikan dukungan dengan menyediakan alat kebersihan tambahan seperti sapu, tempat sampah, dan karung. Selain aksi bersih-bersih, Kader Pokja juga mengadakan sesi edukasi singkat untuk warga sekitar, dengan tema:
  • Pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat rumah tangga.
  • Manfaat pemilahan sampah dan daur ulang untuk mengurangi limbah.
  • Cara sederhana untuk menerapkan PRLH di kehidupan sehari-hari.


Sesi ini berlangsung interaktif, dengan warga memberikan tanggapan positif dan berbagi pengalaman mereka terkait upaya menjaga kebersihan lingkungan di desa. Beberapa hasil positif dari kegiatan ini adalah:
  • Ruang Terbuka Hijau yang Bersih dan Nyaman: 
RTH Desa Bedewang menjadi lebih bersih dan bebas sampah, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sering menggunakan area ini untuk beraktivitas.
  • Kesadaran Lingkungan yang Meningkat: 
Siswa dan masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui aksi nyata.
  • Kolaborasi Positif antara Sekolah dan Masyarakat: 
Kegiatan ini mempererat hubungan antara SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap dengan masyarakat Desa Bedewang, membuka peluang untuk kegiatan kolaboratif lainnya di masa depan.

Kegiatan Gerakan Aksi Bersih Sampah ini merupakan langkah nyata dari SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap dalam mengimplementasikan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH). Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.




Sebagai tindak lanjut, diusulkan kegiatan serupa diadakan secara rutin untuk memastikan lingkungan tetap terjaga kebersihannya dan menciptakan budaya hidup sehat dan bersih.

Gerakan Aksi Penanaman Pohon di Lingkungan Masyarakat

Sebagai wujud komitmen SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup, Gerakan Aksi Penanaman Pohon dilaksanakan oleh Kader Pokja Siswa dengan melibatkan masyarakat sekitar sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan, mencegah erosi, meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghijauan, dan mendukung penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) di masyarakat sekitar.


Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap, Bapak Suhaimi, M.Pd, yang menyampaikan pentingnya penghijauan sebagai investasi lingkungan untuk generasi mendatang. Beliau juga mengapresiasi keterlibatan aktif siswa dan masyarakat dalam kegiatan ini. Setelah pembukaan, seluruh peserta bergerak menuju area yang telah ditentukan untuk kegiatan penanaman pohon. Setiap siswa kader Pokja dibimbing oleh guru dan warga dalam menanam pohon dengan cara yang benar, mulai dari menggali lubang tanam, menanam bibit, hingga menyiram tanaman.

Selain penanaman pohon, diadakan sesi edukasi singkat tentang manfaat penghijauan, yang meliputi:
  • Mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas oksigen.
  • Mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
  • Menyediakan habitat bagi satwa lokal.
Warga juga diajak untuk merawat pohon yang telah ditanam agar tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang.

Kegiatan ini membawa dampak positif yang signifikan, antara lain:
  • Penambahan Ruang Hijau: Lingkungan sekitar sekolah dan masyarakat menjadi lebih hijau dan segar.
  • Kesadaran Lingkungan yang Meningkat: Siswa dan masyarakat lebih memahami pentingnya menanam pohon untuk keberlanjutan ekosistem.
  • Kolaborasi Sekolah dan Masyarakat: Kegiatan ini mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan Gerakan Aksi Penanaman Pohon ini merupakan salah satu langkah konkret yang dilakukan oleh Kader Pokja SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap dalam menerapkan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH). Dengan partisipasi aktif dari siswa dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar.

Sebagai tindak lanjut, sekolah berencana melakukan pemantauan rutin terhadap pohon-pohon yang telah ditanam dan mengadakan kegiatan serupa secara berkala untuk terus mendukung gerakan penghijauan.

Sabtu, 20 Januari 2024

Menggunakan Kembali Botol Plastik Bekas

SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap telah melaksanakan kegiatan yang sangat bermanfaat dalam rangka mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah, sekaligus mengembangkan kreativitas siswa melalui pemanfaatan limbah botol plastik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengolah limbah botol plastik menjadi pot bunga gantung dengan menggunakan teknik hidroponik atau media air sebagai pengganti tanah. Selain itu, limbah botol plastik juga dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran untuk karya kerajinan.

Sekolah memandang penting untuk mengajak siswa terlibat langsung dalam pengelolaan sampah, dan dengan demikian, siswa diberikan pemahaman tentang konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dalam kegiatan ini, konsep yang diterapkan lebih berfokus pada penggunaan kembali (Reuse) dan daur ulang (Recycle) terhadap limbah botol plastik. Dengan mengolah botol plastik menjadi kerajinan, siswa tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pengurangan sampah di sekitar mereka.

Pada tahap awal, sekolah mulai melihat limbah botol plastik yang dihasilkan sudah cukup banyak dan bisa menjadi masalah serius jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, guru memberikan instruksi kepada siswa untuk membuat berbagai macam kerajinan dari limbah botol plastik. Salah satu hasil utama dari kegiatan ini adalah pembuatan pot bunga gantung yang akan menghiasi ruang kelas dan lingkungan sekolah. Teknik hidroponik digunakan untuk menggantikan tanah, memberikan alternatif ramah lingkungan yang juga mengurangi penggunaan air tanah.

Selama kegiatan, siswa dilatih untuk berpikir kreatif dan mengembangkan ide-ide inovatif dalam menghasilkan produk-produk kerajinan dari botol plastik. Setiap siswa diinstruksikan untuk mengikuti lomba dalam rangka Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang bertujuan tidak hanya meningkatkan keterampilan siswa, tetapi juga memperkuat nilai-nilai peduli lingkungan dan tanggung jawab sosial.

Kepala sekolah SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, diharapkan ruang kelas di sekolah menjadi lebih asri, sejuk, dan menyenangkan untuk belajar. Tidak hanya itu, pengelolaan sampah plastik melalui konsep 3R juga diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh lingkungan sekolah. Dengan demikian, siswa dapat merasakan manfaat langsung dari hasil kerajinan mereka, sambil tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Melalui inisiatif ini, SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga menciptakan generasi muda yang lebih kreatif dan peduli terhadap lingkungan sekitar mereka.