Senin, 10 November 2025

Pelayanan Homevisit BK

Sebagai bentuk layanan konseling yang menyeluruh dan berkesinambungan, Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 3 Songgon, Bapak Bambang Setiawan, S.Pd, melaksanakan kegiatan Homevisit ke beberapa rumah siswa. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pemantauan perkembangan belajar, kedisiplinan, serta kondisi emosional dan sosial siswa yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Dalam kunjungan tersebut, Guru BK berkoordinasi langsung dengan orang tua atau wali siswa untuk menyampaikan informasi perkembangan anak, mengklarifikasi permasalahan yang dihadapi, serta mencari solusi bersama demi terciptanya kondisi belajar yang lebih optimal. Selain itu, orang tua diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan, kebutuhan, dan kendala yang muncul selama pendampingan siswa di rumah.

Homevisit juga memberikan gambaran nyata kondisi lingkungan belajar siswa di rumah sehingga layanan BK dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Pendekatan ini memperkuat hubungan komunikatif antara sekolah dan keluarga, sehingga pengawasan perkembangan siswa dapat dilakukan secara sinergis.


Melalui kegiatan Homevisit, Sekolah berharap terwujudnya kolaborasi yang baik antara guru, orang tua, dan siswa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, empatik, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara utuh.

***

Minggu, 09 November 2025

Pembelajaran Mendalam Seni Budaya dan Prakarya

 

Kegiatan pembelajaran mendalam mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di kelas 9A berjalan kreatif dan produktif dengan pendampingan Guru SBdP, Bapak Agus Nurul Muwahid, S.Pd. Tema pembelajaran kali ini adalah melukis dengan medium pilihan, yang bertujuan memberikan pengalaman artistik bagi siswa dalam menuangkan imajinasi dan ide visual secara bebas.

Pada awal pembelajaran, guru memberikan penjelasan mengenai teknik dasar melukis, pengenalan unsur rupa, prinsip desain, serta pemilihan media. Siswa diberi keleluasaan memilih medium sesuai preferensi masing-masing, mulai dari cat air, pensil warna, pastel, akrilik, hingga kombinasi beberapa teknik.

Setiap siswa kemudian mulai berkarya secara mandiri. Mereka memilih tema lukisan yang dekat dengan pengalaman dan interpretasi pribadi, sehingga menghasilkan karya yang beragam mulai dari pemandangan alam, kehidupan sehari-hari, flora-fauna, hingga objek imajinatif. Selama proses melukis, guru memberikan bimbingan, demonstrasi, serta masukan teknis terkait warna, komposisi, hingga penataan objek.

Kegiatan berlangsung penuh antusias dan suasana kelas tampak hidup. Siswa tidak hanya berlatih keterampilan seni, tetapi juga mengekspresikan karakter, kreativitas, fokus, serta rasa percaya diri melalui karya mereka. Pada akhir kegiatan, siswa mempresentasikan hasil lukisan dan berbagi cerita mengenai proses serta makna di balik karyanya.

Pembelajaran ini menjadi pengalaman bermakna bagi siswa karena memberikan ruang berekspresi secara bebas, menumbuhkan kecintaan pada seni, dan mengasah kepekaan estetika sebagai bagian dari pembentukan karakter.

***

Sabtu, 08 November 2025

Pembelajaran Mendalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Pembelajaran mendalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas 8A berlangsung aktif dan kolaboratif dengan pendampingan Guru IPS, Ibu Anita Devie Puspitasari, SE. Pada pertemuan ini, materi yang dipelajari adalah Perubahan Iklim dan Perubahan Masyarakat yang Berkaitan dengan Sampah, yang dikemas dalam pembelajaran berbasis proyek.

Kegiatan dilaksanakan di ruang kelas 8A. Guru mengawali pembelajaran dengan diskusi mengenai penyebab perubahan iklim, dampaknya terhadap kehidupan sosial, serta peran masyarakat dalam mengurangi pencemaran terutama melalui pengelolaan sampah. Siswa diberi kesempatan memberikan contoh kasus dari lingkungan sekitar, sehingga pembelajaran terasa lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan nyata.

Sebagai bentuk penguatan pemahaman materi, siswa kemudian melakukan projek membuat poster secara berkelompok. Poster berisi ajakan, pesan moral, maupun informasi edukatif terkait bahaya sampah, pelestarian lingkungan, hingga peran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan mengurangi risiko perubahan iklim.

Selama proses pengerjaan, siswa saling berbagi tugas mulai dari membuat desain, menentukan pesan visual, memilih warna, hingga menggambar dan menulis teks. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan pendampingan teknis dan masukan agar poster lebih komunikatif dan informatif. Kegiatan berlangsung dengan antusias, kreatif, dan penuh kerja sama. Siswa mampu menunjukkan pemahaman materi sekaligus mengekspresikannya dalam bentuk visual yang menarik. 

Melalui pembelajaran ini, siswa tidak hanya belajar teori IPS, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan dan perubahan iklim.

***